Resensi terbaik 1 novel 9 Summers 10 Autumns

R E S E N S I          N O V E L

9 Summers 10 Autumns

Dari kota Apel ke The Big Apple

Judul: 9 Summers 10 Autumns Dari Kota Apel ke The Big Apple

Penulis: Iwan Setyawan

Jumlah Halaman: 221 halaman

Tanggal selesai dibaca : 17 April 2011

Iwan Setyawan adalah putra seorang sopir angkot Abdul hasim dan Ngatinah seorang wanita tangguh yang tidak tamat Sekolah Dasar namun unggul dalam mengelola keuangan keluarga.  Iwan  menghabiskan masa kecilnya dalam sebuah rumah yang berukuran  mungil di kota Apel daerah malang, Jawa timur.

Di tempat itulah dia mengukir masa kecilnya bersama 4 saudara perempuannya tanpa boneka, mobil-mobilan, bahkan buku cerita. Hanya bertemankan televisi hitam putih dan tempat tidur buatan ayah tercinta yang terbuat dari bambu berukuran mungil di sudut ruangan tamu merangkap ruang keluarga.

Di buku ini diceritakan bagaimana kakak dan adiknya menjadikannya terispirasi untuk menjadi pintar dan keterbatasan ekonomi memicunya untuk maju. Sebagai  anak laki-laki satu-satunya yang hidup di rumah kecil tanpa memiliki kamar, membuatnya bercita-cita untuk memiliki kamar sendiri sampai akhirnya ia menjadi Director, Internal Client management di nielsen Consumer Research, New York selama 10 tahun.

Iwan juga mengisahkan perjuangannya untuk bisa kuliah di IPB dan memperoleh pekerjaan hingga menjadi seorang direktur dengan gelar lulusan terbaik.

Novel ini dikemas dalam cerita menarik dengan bahasa yang ringan dan lugas. Pembaca seperti membaca sebuah buku harian atau mendengarkan cerita seorang teman terutama dengan munculnya seorang tokoh cilik berseragam merah putih yang seolah menggambarkan sisi masa lalu, masa kecilnya yang selalu mendampingi dan mengisi kekosongan hatinya di tengah hiruk pikuk kota terbesar di Dunia, New York.

Sebuah novel yang menyentuh, dan menjelaskan bagaimana sebuah keluarga yang saling mendukung satu sama lain dapat mengalahkan keterbatasan ekonomi dan mengilhami seseorang untuk dapat menggapai sukses dengan semangat, kegigihan dan kesabaran dalam meniti hidup.

Novel ini adalah gambaran seorang ayah yang bekerja keras membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarganya, seorang ibu yang dengan kelembutan dan cinta kasihnya mampu melindungi anak-anaknya. Seorang kakak yang rela meletakkan masa depannya di atas bahu adiknya dan berharap adiknya mampu melanjutkan cita-citanya. Seorang adik yang sayang dan hormat terhadap kakaknya serta ikut membantu memikul beban keluarga.

Novel ini sangat baik dibaca oleh anak-anak Indonesia yang mayoritas masih hidup dalam keterbatasan ekonomi dan kekurangan di beberapa daerah, karena penulis sanggup memaparkan kombinasi dari sisi kelemahan dan kelebihannya dengan luwes  sehingga mampu menyemangati seseorang untuk terus menggapai citanya sekalipun hidup serba dalam keterbatasan.

From Zero to Hero, Salute for Iwan Setyawan….!!!

Salam,

Henny Sapardi

About these ads


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.